Pengolahan Hasil Pertanian dalam Upaya Peningkatan Perekonomian Petani di Kabupaten Bintan

Main Article Content

Syahrul Rahmat STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Indonesia
Muhammad Ikhsanudin STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Indonesia
Rizky Diani STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Indonesia
Yuda Febrianda Kusuma STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Indonesia
Suadah Putri STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Indonesia
Putri Ayu Ningrum STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Indonesia
Afrianti Afrianti STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Indonesia
Indra Prasetia STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Indonesia
Nuwike Indah Sari STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Indonesia
Faina Faina STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Indonesia
Nurul Annisa STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Indonesia

Abstract

Abstrak


Sekalipun tidak menjadi andalan, Kabupaten Bintan memiliki potensi dalam sektor pertanian. Sejumlah masyarakat mengolah lahan pertanian secara kelompok maupun pribadi. Hasil pertanian tersebut biasanya langsung dijual mentah. Hal itu kemudian menjadi salah satu alasan untuk melakukan pengabdian pada beberapa titik di Bintan dengan sasaran para petani, seperti petani jagung, singkong dan pisang. Pengabdian ini membimbing petani untuk mengolah hasil perkebunan mereka sendiri sebelum dijual. Pengolahan hasil pertanian menjadi penganan merupakan salah satu upaya yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, sebab hasil pertanian yang sudah diolah akan memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding dijual mentah. Pengabdian ini dilakukan dengan dengan menggunakan metode Asset Based Communities Development (ABCD). Masyarakat yang menjadi sasaran dalam pengabdian ini sudah mulai mengelola hasil pertanian mereka menjadi penganan dan memasarkan secara luring maupun daring. Mengembangkan lahan pertanian untuk beberapa komoditi serta mengolah hasil tersebut menjadi produk makan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian.


 


Abstract


Even tho it’s not a mainstay, Bintan Regency farming sector has a promising potential. A number of people cultivate agricultural land individually or in groups. These agricultural products are usually sold raw. This then became one of the reasons for carrying out community service at several points in Bintan with the target of farmers, such as corn, cassava and banana farmers. This service guides farmers to process their own plantation products before they are sold. The processing of agricultural products into snacks is one of the efforts that are expected to be able to improve the community's economy, because agricultural products that are processed will have a higher selling value than being sold raw. This service is carried out using the Asset Based Communities Development (ABCD) method. The people who have been targeted in this service have started to manage their agricultural products into snacks and market them offline and online. Developing agricultural land for several commodities and processing these products into food products is one of the efforts that can be made by the community to improve the economy

Article Details

How to Cite
Rahmat, S., Ikhsanudin, M., Diani, R., Kusuma, Y., Putri, S., Ningrum, P., Afrianti, A., Prasetia, I., Sari, N., Faina, F., & Annisa, N. (2021). Pengolahan Hasil Pertanian dalam Upaya Peningkatan Perekonomian Petani di Kabupaten Bintan. JPPM Kepri: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan Riau, 1(2), 156-167. https://doi.org/10.35961/jppmkepri.v1i2.265

References

Ferdinand. (2008). Analisis Pengaruh Kemasan Terhadap Minat Beli Konsumen (Skripsi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta). Retrieved from https://repository.usd.ac.id/17452/2/032214072_full.pdf
Mardikanto, Totok. (2007). Penyuluhan pembangunan kehutanan. Jakarta: Pusat Penyuluhan Kehutanan Republik Indonesia.
Nitisusatro, Mulyadi. (2013). Perlaku Konsumen dalam Perspektif Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta.
Nurainy, F., Hidayati, S., Koesoemawardani, D., Suroso, E. (2017). Penyuluhan dan Pelatihan Pengolahan Sale Pisang Kelompok Usaha Bersama Aisyah di Desa Sukajawa Kecamatan Bumi Ratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah. SAKAI SAMBAYAN-Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 11-13.
Pasandaran, Effendi, et.al (ed). (2012). Membangun Kemandirian Pangan Pulau-pulau Kecil dan Wilayah Perbatasan. Jakarta: IAARD Press.
Rukmana. (1997). Ubi Jalar-Budidaya Dan Pasca Panen. Yogyakarta: Kanisius.
Sakti, Dian Candra., Berachim, Bustani. (2016). Pengaruh Output Sektor Pertanian, Industri Pengolahan dan Perdagangan terhadap Penduduk Miskin di Propinsi Jawa Timur (Tahun 2005-2013). Jurnal Ekonomi dan Bisnis XXVI(2), 113-124. http://dx.doi.org/10.20473/jeba.V26I22016.113-124
Sumastuti, Efiyani. (2010). Jiwa Entrepreneur-ship untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan. 3(1), 83-89 . DOI: https://doi.org/10.15294/jejak.v3i1.4667
Suratiyah. (1991). Industri kecil dan Rumah Tangga (pengertian, definisi, dan contohnya). Yogyakarta: UGM.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2013
Wardhany, Ketty Husnia. (2014). Khasiat ajaib pisang – khasiatnya A to Z, dari akar hingga kulit buahnya. Yogyakarta : Rapha Publishing.
Widyawati, Retno Febriyastuti. (2017). Analisis Keterkaitan Sektor Pertanian dan Pengaruhnya terhadap Perekonomian Indonesia (Analisis Output). Jurnal Economia, 13(1), 14-27. DOI 10.21831/economia.v13i1.11923
Yuliana, Oviliani. (2000). Penggunaan Teknologi Internet Dalam Bisnis. Jurnal Akuntansi & Keuangan 2(1), 36-52. DOI: https://doi.org/10.9744/jak.2.1.pp.%2036-52