Pemberdayaan Anak Panti Asuhan Muhammadiyah Jambi

Main Article Content

Edwin Permana Universitas Jambi, Indonesia

Abstract

Panti Asuhan Muhammadiyah memiliki luas pekarangan yang terbatas, namun masih dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya pertanian khususnya budidaya sayuran dan buah-buahan sehingga dapat menghasilkan produk pangan yang bermutu baik dan segar. Kurangnya keterampilan dalam budidaya pertanian pada lahan terbatas, belum adanya keterampilan mengolah produk pangan yang bernilai ekonomis dan manajemen usaha kecil menjadi permasalahan khusus mitra dalam upaya memberdayakan anak-anak panti asuhan. salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengembangkan sistem pertanian vertikultur. Mitra akan ditransfer ilmu dan teknologi tentang budidaya sayuran secara vertikultur dengan menggunakan pupuk organik cair yang dibuat sendiri dari limbah rumah tangga yang bersifat organik dan juga pembuatan pestisida nabati. Selain itu mitra juga akan dilatih untuk mengolah sayuran menjadi produk olahan pangan bernilai ekonomis dan manajemen usaha kecil. Penerapan program ini akan mendatangkan manfaat yang besar bagi kedua mitra dimana secara ekonomi mengurangi pengeluaran untuk membeli kebutuhan akan sayuran segar dan berkualitas, dan apabila hasil melebihi kebutuhan maka dapat dijual sehingga menambah pendapatan mitra. Selain itu program ini akan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak-anak panti asuhan dalam mengelola usaha kecil secara mandiri dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan penghuni panti asuhan.


 

Article Details

How to Cite
Permana, E. (2021). Pemberdayaan Anak Panti Asuhan Muhammadiyah Jambi. JPPM Kepri: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan Riau, 1(2), 93-104. https://doi.org/10.35961/jppmkepri.v1i2.302

References

Anonimous. 2012. Pengelompokan atau Penggolongan Jenis-Jenis industri dan Ciri-cirinya. http://wacanapengetahuan.blogspot.co.id/2013/10/pengelompokan-atau-penggolongan-jenis_7988.html (29/05/2017).
Dewanti, Ratih, 2013. HACCP Pendekatam Sistematik Pengendalian Keamanan Pangan. Dian Rakyat. Jakarta
Gusti, Diah Riski et al. Pemanfataan Biji Karet Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Organik Cair Di Kud Karya Mukti Kecamatan Jujuhan Ilir Kabupaten Bungo. LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, [S.l.], v. 5, n. 1, p. 259-265, july 2021. ISSN 2655-951X. Available at:
Permana, E., Ghazali, A., Tarigan, I.L. 2020. Analisis Kandungan Mikroorganisme Lokal (MOL) Dari Biji Karet Terhadap pH, C Organik Dan N Total. Jurnal Teknologi. 13(1), 69-74.
Irianto, Setya, Eny Winaryati dan Siti Aminah. 2015. Ipteks bagi Masyarakat (IbM) Home Industry Nata de Coco (Sari Kelapa). Value Added. Majalah Ekonomi dan Bisnis. Jurnal Ilmiah Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Semarang. Vol. 11, No. 1 (2015).
Kasmawan, I.G.A. et. al. 2018. Pembuatan Pupuk Organik Cair Menggunakan Teknologi Komposting Sederhana. Vol. 17 No 2.
Jumriari, 2017. Pengaruh Pemberian MOL Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman kangkong darat (Ipomea reptans Poir). Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol 3 (2017).
Republik Indonesia. 2011. Peraturan Menteri Pertanian nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011. Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenahan Tanah. Kementrian Pertanian
Rumah Zis. 2013. Bangkitkan ekonomi Warga Kelompok Koperasi dan Pengrajin. http://rumahzis.ugm.ac.id/bangkitkan-ekonomi-warga-kelompok-koperasi-dan-pengrajin-pring-karya-2
Setiawati, W., Murtiningsih, R., Gunaeni, N., & Rubiati, T. 2015. Peatisida Nabati dari Ekstrak Bawang Putih. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. http://balitsa.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/berita-terbaru/421-pestisida-nabati-dari-ekstrak-bawang-putih.html [20 Oktober 2020].
Widnyana I Ketut, I Wayan Wana Pariartha, dan Made Nada. 2014. Ipteks bagi Masyarakat (IbM) Makanan Ringan Khas Bali. Jurnal Bakti Saraswati Vol.03 No.02. September 2014.