PEMIKIRAN ABDULLAH SAEED TENTANG MUSLIM PROGRESIF SEBAGAI JALAN ALTERNATIF TANTANGAN ERA MODERN

Main Article Content

Aminudin Aminudin IAIN Sultan Amai Gorontalo, Indonesia

Abstract

Pemikiran Islam mengalami stagnasi kurun waktu yang panjang, sering kali tidak bisa menjawab tantangan modernitas, maka hukum Islam perlu ditafsir ulang agar bisa menjawab kebutuhan masyarakat modern, gerakan inilah yang disebut Islam Progresif, Muslim Progresif atau Ijtihadi Progresif. Salah satu tokoh yang concern dengan dunia Islam kontemporer adalah Abdullah Saeed. Muslim progresif sebagai kelanjutan dari neo-modernis, beranggapan bahwa dinamika dan perubahan sosial, baik pada ranah intelektual, moral, hukum, ekonomi atau teknologi, dapat direfleksikan dalam hukum Islam. Titik-tekan muslim progresif isu-isu tentang keadilan sosial, keadilan gender, HAM dan relasi yang harmonis antara Muslim dan non-Muslim. Maka metode berijtihad Islam Progresif adalah context-based ijtihad, yaitu penafsiran teks-teks Alquran dan al-Hadis dengan perspektif maqasid al-syari’ah, social sciences, humanities kontemporer, multi-disciplinary approach dan filsafat kritis. Islam Progresif masih menuai pro-kontra, karena adanya tantangan “truth claim”, yaitu banyak anggapan bahwa hanya ada satu set hukum Islam yang dapat diterima sebagai kebenaran tunggal dan lainnya dianggap salah. Demikian juga adanya “regime of taqlid” menjadi fenomena global dalam dunia Islam hingga saat ini.

Article Details

How to Cite
Aminudin, A. (2021). PEMIKIRAN ABDULLAH SAEED TENTANG MUSLIM PROGRESIF SEBAGAI JALAN ALTERNATIF TANTANGAN ERA MODERN. RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam, 2(1), 50-63. https://doi.org/10.35961/rsd.v2i1.267

References

Abdullah, Amin, Reaktualisasi Islam Yang ‘Berkemajuan’, makalah Pengajian Ramadlan Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1432 H, Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 7 Ramadlan/Agustus 2011.
_______, “Al-Ta’wil al-‘Ilmi: Ke Arah Perubahan Paradigma Penafsiran Kitab Suci,” Al-Jami’ah, vol. 39, 2. 2001.
Al-Jabiri, Muhammad ‘Abid, Takwin al-‘Aql al-‘Araby, (Beirut: Markaz Dirasat al-Wihdah al-‘Arabiyah, 1989).
Aminudin, 2019. Islam Progresif Telaah Pemikiran Omid Safi.’ Jurnal Farabi Jurnal Kontruktif bidang Filsafat dan Dakwah 16(2): 147. https://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/fa/article/view/1085/886
Auda, Jasser, Maqasid al-Syari’ah as Philosophy of Islamic Law, a System Approach, (London dan Washington, The International Institute of Islamic Thought, 2008).
Choir , Tholhatul (ed.), Islam dalam Berbagai Pembacaan Kontemporer, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009).
Fanani, Zainudin. 2019. Gerakan Islam Progresif dalam Konteks Sosiologi: Memahami Pemikiran Abdullah Saeed dalam Bukunya Islamic Thought. Jurnal Pusaka Media Kajian dan Pemikiran Islam. 7 (1): 53. http://ejournal.alqolam.ac.id/index.php/jurnal_pusaka/article/view/249.
Khun, Thomas S., The Structure of Scientific Revolution (Chicago: The University of Chicago Press, 1970).
Laporan Seminar dengan tema Civil and Political Rights (Fundamental Liberties), MIEHRI, Hotel Hilton Malaysia, 16 Mei 2006.
Laporan Seminar “Progressive Islam and The State in Contemporary Muslim Societies,” Marina Mandarin Singapore, 7-8 Maret 2006.
Ramadan, Tariq, Western Muslims and the Future of Islam, (New York: Oxford University Press, 2004).
Saeed, Abdullah, Islamic Thought An Introduction, (London and New York: Routledge, 2006)
_______,Interpreting the Qur’an: Towards a contemporary approach, (New York: Routledge,
2006).
Safi, Omid, (ed.), “Introduction,” dalam Progressive Muslims: On Justice, Gender, and Pluralism, (Oxford: Oneworld, 2003).
_______, "What is Progressive Islam," dalam The International Institute for the Study of Islam in the Modern World (ISIM) News Letter, No.13, Desember 2003.
Yasin, R. Cecep Lukman, Atas Nama Tuhan: dari Fikih Otoriter ke Fikih Otoritatif, terj., cet. I, (Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2004).