KONSEP PENCIPTAAN MANUSIA DAN REPRODUKSINYA MENURUT AL-QUR’AN

Main Article Content

Al Mahfuz STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Indonesia

Abstract

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dan tiada bandingannya dengan makhluk ciptaan Allah lainnya yang hidup di muka bumi ini. Apa yang kurang dari ciptaan Allah tersebut, lihatlah apa yang Allah berikan kepada manusia atas penciptaan-Nya. Mulai dari bentuk tubuh, jasmani, rohani, termasuk akal yang Allah lengkapi dengan ilmu. Semuanya Allah berikan agar predikat mulia tersebut melekat pada diri manusia. Adam Allah ciptakan sebagai manusia pertama. Ada banyak kata-kata dalam Al-Qur’an yang menyebutkan tentang asal-muasal manusia seperti penciptaan Adam dari tanah (min turab). Selanjutnya terdapat juga kata campuran tanah dan air (min thin), dari lumpur hitam (min hama’ masnun), tercipta dari tanah liat (min thin lazib), Allah ciptakan dari lumpur hitam sehingga menjadi tanah liat yang kering (shalshalin min hama’ masnuni), dari tanah liat yang melalui proses pemanasan sehingga berbentuk tembikar (min shalshalin kal fakahar). Akhirnya untuk menjadi Adam sebagai wujud manusia yang utuh dan sempurna maka Allah tiupkan ruh ke dalam tubuh Adam sehingga jadilah Adam sebagaimana bentuk jasmani dan rohani manusia pada ketika ini. Adapun dalam proses selanjutnya penciptaan manusia tidaklah lagi langsung dari tanah melainkan suatu proses konsepsi antara laki-laki dan Wanita yang nutrisi dari makanannya adalah tumbuhan dan hewan yang berada di tanah. Dalam wujudnya yang sempurna anak cucu Adam menjalankan hidup dan kehidupannya dibekali Allah dengan petunjuk dan pedoman yaitu Al-Qur’an. Dengan al-Qur’an juga manusia tidak akan sombong dan angkuh dalam menapak kehidupan karena ia tahu dari apa ia diciptakan dan untuk apa ia diciptakan, dimana segalanya itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Sang Khalik di kehidupan berikutnya nanti.

Article Details

How to Cite
Mahfuz, A. (2021). KONSEP PENCIPTAAN MANUSIA DAN REPRODUKSINYA MENURUT AL-QUR’AN. RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam, 2(1), 26-49. https://doi.org/10.35961/rsd.v2i1.304

References

Allamah, As-Syaikh Shalih bin Muhammad Alu. Tafsir Mulyassar. (Jakarta: Darul Haq, 2016)
Al-Mahalli, Jalaluddin, Jalalaluddin As-Suyuti. Tafsir Jalalain, Jilid 1. (Surabaya : Elba Fitrah Mandiri Sejahtera, 2015)
Al-Mahalli, Jalaluddin, Jalaluddin As-Suyuti. Tafsir Jalalain, Jilid 1. (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2014)
Amri, Ulil. Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qura’n, (Jakarta: RajaGafindo Persada,2014)
Ar-Rifa’I, Muhammad Nasib. Ringksan Tafsir Ibnu Katsir. (Jakarta: Gema Insani, 2011)
Az-Zuhaili, Wahbah. Tafsir Al-Wasith. (Jakarta: Gema Insani, 2013)
Hamka. Tafsir Al-Azhar, Jilid 1. (Jakarta: Mitra Kerjaya Indonesia, 2005)
Idtesis.Com. Pengertian Konsep Menurut para Ahli (Diposting Tanggal 20 Maret 2015).https://idtesis.com/konsep-menurut-para-ahli/(Diakses; tanggal 13 Februari 2020)
Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, Edisi IV (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2008)
Kementerian Agama RI. Al-Qur’an dan Tafsirnya, Jilid 5. (Jakarta: Ikrar Mandiri Abadi, 2011)
Purwanto, Yadi. Efistimologi Psikologi Islam. (Bandung: Refika Aditama, 2007)
Sihab, Quraish. Tafisir Al-Mishbah. (Jakarta: Lentera Hati, 2002)
Tafsir Ilmi, Penciptaan Manusia, (Jakarta: LajnahPentashihan Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2016)
Taufiq, Muhammad Izzuddin. Dalil Anfus Al-Qur’an dan Embriologi. (Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2006).