PEMIKIRAN KHAWARIJ’ (Studi Historis Genealogis Pemikiran Islam)
Main Article Content
Abstract
Khawarij berasal dari kata kharaja yang berarti keluar. Mereka menyatakan diri keluar dari barisan Ali bin Abi Thalib dalam persengketaannya dengan Muawiyyah. Kaum Khawarij menyusun kembali barisan mereka untuk meneruskan perlawanan mereka terhadap kekuasaan Islam resmi, baik di zaman dinasti Bani Umayyah, maupun di zaman kekuasaan dinasti Bani Abbas mereka anggap telah menyelewengkan Islam, karena itu mesti ditentang dan dijatuhkan. Khawarij sebagai sekte muncul sebagai hasil dialektika atas perbedaan dalam menafsirkan konsep kekhalifaan, yang kemudian berkembang dan menjalar pada perbedaan pada konsep-konsep kalam atau teologi. Tulisan ini mengkaji tentang aspek historis genealogis kemunculan pemikiran khawarij.
Article Details
References
Al-Qur’an Al-Karim
Al-Baqir, Muhammad. 1993. Mutiara Nahjul Balaghah (Dengan Syarh Muhammad Abduh). Bandung; Mizan.
Fathoni, Sulthan. 2007. Peradaban Islam. Jakarta; Elsas.
Kuntowijoyo. 1992. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang Budaya.
Gottschalk, Louis. 1986. Mengerti Sejarah. Jakarta: UI Press.
Nasution, Harun. 2012. Teologi Islam (Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan). Jakarta; UI-Press.
M. Alfan Sidik, “Kearifan Budaya Lokal sebagai Benteng Munculnya Konflik Agama” JSW: Jurnal Sosiologi Walisongo, 1 (2): 161. Retrieved (http://journal.walisongo.ac.id/index.php/JSW/article/view/2035 ).
Musthafa, Neveen Abdul Khalik. 2012. Oposisi Islam. Yogyakarta; LKIS.
Muthahhari, Murtadha. 1996. Islam dan Tantangan Zaman. Bandung; Pustaka Hidayah.
Rakhmat, Jalaluddin. 2012. Menyerap Kearifan Al-Quran melalui Tafsir bil Ma’tsur. Bandung; Mizan.