Transformasi Nilai Uzlah di Era Modern: Studi Kasus Fenomena “Self Healing” di Kalangan Artis Indonesia
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini fokus mengkaji tentang fenomena “self healing” pada tiga tokoh artis atau influencer Indonesia dengan menggunakan perspektif tasawuf modern Buya Hamka. Kebutuhan manusia terhadap agama semakin dirasakan, terutama ketika muncul berbagai penyakit mental seperti depresi, stres, kegelisahan, penderitaan hidup, dan gangguan kejiwaan lainnya. Dalam hal ini, tasawuf sebagai aspek esoterik agama memberikan kontribusi sebagai solusi untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut. Studi kualitatif penelitian menggunakan sumber primer dari postingan media Instagram, dan sumber pendukung dari berbagai literature seperti jurnal. Penelitian ini mengambil kasus tiga selebriti perempuan muslim yang menjadi public figure di Indonesia. Dengan menganalisis unggahan mereka terkait wisata religi atau biasa kita sebut self healing pada postingan media sosial ‘Instagram’ penulis menemukan bahwa fenomena self healing yang religious dapat dikaji dari dampaknya yakni melalui perilaku manusia dan bahwa peningkatan religiusitas Islam dapat diamati dan dicatat dalam lingkup spiritualisme dan penerapan ajaran Islam, khususnya uzlah, di era modern. Penelitian ini menunjukkan nilai uzlah kontemporer yang sudah mengalami pergeseran bentuk dalam impikasinya, tetapi tetap mempunyai unsur spiritualitas. Selanjutnya, artikel ini juga berkontribusi dalam menguatkan penelitian sebelumnya tentang uzlah modern.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Amalia, N. (2025). Akulturasi Agama dan Budaya dalam Wisata Religi: Studi Kasus Pesarean Gunung Kawi Malang. An-Nuha?: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial, 12(1), 315–338. https://doi.org/10.36835/annuha.v12i1.710
Alsheta Marcha Nurriyana. "Menghadapi Kehilangan Akibat Kematian Orang Tua: Studi Fenomenologis tentang Penyembuhan Diri pada Remaja". Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 8. No. 3. 2021
Armedi, R. (2025). Relevansi Tasawuf dalam Islam di Era Modern. Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf Dan Peradaban Islam, 5(1), 46–67. https://doi.org/10.58572/hkm.v5i1.148
Azizah, I. N. (2024). Konsep Uzlah Neo-Sufisme dan Relevansinya Dengan Upaya Menjaga Kesehatan Mental di Era Kontemporer (Kajian Psikosufistik). Komsospol, 4(1), 11–18. https://doi.org/10.47637/komsospol.v4i1.1192
Budiyanto, B., & Hasan, M. (2022). Kontekstualisasi dan Relevansi Uzlah dalam Era Globalisasi Menurut Pandangan Ulama’. As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History, 1(2), 137–159. https://doi.org/10.35132/assyifa.v1i2.267
Fauzia, A., & Mojopahit, H. (2023). INSTAGRAMABLE PILGRIMAGE: SPIRITUALISM, CONSERVATISM AND COMMODIFIED RELIGION ON INDONESIAN CELEBGRAMS POSTS. Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 21(2). https://doi.org/10.18592/khazanah.v21i2.10351
Faza, I., & Fauziyah, S. I. (2025). Membedah Makna Jihad Dalam Al-quran Melalui Lensa Amin Al-khuli: Perspektif Psikologis. Journal of Science and Social Research, 8(2).
Hasan, B. M. (2022). KONTEKSTUALISASI DAN RELEVANSI UZLAH DI ERA GLOBALISASI DALAM PANDANGAN ULAMA’. As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History, 1(2), 22–44.
Hasibuan, A. (2015). Transformasi Uzlah dalam Kehidupan Modern. Jurnal Hikmah, 2, 1.
Jaenuri, J. (2023). Kontekstualisasi Uzlah Di Tengah Masyarakat Modern (Telaah Kitab Kifayah Al-Atqiya Karya Sayid Bakr Al Makky). An-Nawa: Jurnal Studi Islam, 5(1), 81–94. https://doi.org/10.37758/kqzpp840
Khoiri, I. (2021). Uzlah Perspektif Ibn ‘Athaillah al-Sakandari. Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin, 1(3).
Khozin, M. (2024). Hidup ‘Uzlah (Mengasingkan Diri) Menurut Hadis Kitab Sunan Al-Nasa’i Nomor 2569. Al-Mu’tabar Jurnal Ilmu Hadis, IV(2), 20–40.
Media sosial Intagram Cut Intan Nabila https://www.instagram.com/cut.intannabila?utm_source=ig_web_button_share_sheet&igsh=ZDNlZDc0MzIxNw==
Media sosial Intagram Natasha Rizky https://www.instagram.com/natasharizkynew?utm_source=ig_web_button_share_sheet&igsh=ZDNlZDc0MzIxNw==
Media sosial Intagram Ria Yunita (Ricis) https://www.instagram.com/riaricis1795?utm_source=ig_web_button_share_sheet&igsh=ZDNlZDc0MzIxNw==
Mustaqim, A. D. (2023). Strategi Terapi Isolasi Ilahiyah Ibn Athaillah untuk Mengatasi Stres Akademik pada Mahasiswa Perguruan Tinggi. Matsnawi: Jurnal Studi Tasawwuf Dan Psikoterapi, 1(2). https://doi.org/https://doi.org/10.24235/3z04ee46
Nur Hadi Ihsan, S. M. I. (2018). : Kemoderenan Dalam Konsep Tasawuf Modern Buya Hamka. I-WIN Library Perpustakaan Internasional Waqaf Illmu Nusantara.
Nurani, F., Bahar, R., & Munir, A. A. A. (2025). Aktualisasi Nilai-Nilai Tasawuf Sebagai Solusi Problematika Sosial di Era Digital. Al-Ittizaan?: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 8(1). https://doi.org/Prefix 10.24014 by
Nurriyana, A. M. (2021). Mengatasi Kehilangan Akibat Kematian Orang Tua?: Studi Fenomenologi Self-Healing pada Remaja. Character?: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(3).
Pili, S. B. (2024). Hikamia Kontroversi dalam Tasawuf dan Mursyid Pendahuluan Sebagai dimensi batiniyah Islam , sufism lahir dan berkembang dalam interaksinya dengan dinamika budaya keagamaan , kemasyarakatan , politik , ekonomi , keilmuan dan kesenian / sastra yang berlangs. Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf Dan Peradaban Islam, 4(1), 33–45. https://doi.org/https://10.58572/hkm.v4i1.71
Qudsiyyah, F. (2024). Pendidikan Tasawuf dalam Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu Atha’illah As-Sakandari. Tafhim Al-‘Ilmi?: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam, 15(2).
Sayyid Muhammad Indallah Nur Hadi Ihsan, : “Kemoderenan Dalam Konsep Tasawuf Modern Buya Hamka”, i-WIN Library Perpustakaan Internasional Waqaf Illmu Nusantara (2018), p. 18. https://waqafilmunusantara.com/kemoderenan-dalam-konsep-tasawuf-modern-buya-hamka/.
Tarysa, N. (2023). Pemaknaan Self Healing Sebagai Gaya Hidup Bagi Generasi Z. UNPAS.
Zamroni, M. (2021). Pola Hijrah Zaman Now Perspektif “Uzlah.” Al-Ihkam?: Jurnal Hukum Keluarga, 13(1).