AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH DI INDONESIA: ANTARA AL-ASY’ARIYYAH DAN AHLI HADITS
Main Article Content
Abstract
Aqidah adalah persoalan yang paling penting dalam ajaran Islam sebelum ajaran mengenai ibadah dan dan akhlak. Aqidah menentukan benar atau tidaknya keberagamaan seseorang Muslim. Oleh sebab itu Islam memandang perlu penanaman aqidah secara benar dan sesuai dengan al-Quran dan al-Sunnah. Persoalan aqidah tidak semulus persoalan lain seperti akhlak dan ibadah. Persoalan aqidah sudah menjadi sumber perpecahan umat tidak lama berselang wafatnya Rasul SAW. Masalah demi masalah akidah terus berlanjut sepanjang perjalanan sejarah Islam dan bahkan hingga sekarang, mungkin juga tidak ada kata selesai sampai alam ini berakhir. Kalau kita melongok ke Timur Tengah seperti Iran dan Arab Saudi, dua negara yang hampir tidak akan pernah dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai disebabkan negara yang disebut pertama beraqidah Syiah dan negara yang disebut kedua beraqidah Ahlussunnah/Sunni. Begitu pula di wilayah-wilayah lain seperti Pakistan, Yaman, Suriah, dan berbagai Negara lainnya. Bahkan juga di negara Indonesia, negara mayoritas berpenduduk Muslim. Akan tetapi, didalamnya terdapat beberapa aliran, selain Syiah, yang memang hanya kelompok kecil, ada kelompok yang dalam beberapa dekade terakhir sering melontarkan “perang terbuka” tehadap kelompok mayoritas Muslim negeri ini sebagai aliran sesat yang penuh bid’ah. Kelompok yang menyebut diri mereka sebagai Salafi ini sering melontarkan tuduhan bahwa mayoritas penduduk Muslim Indonesia sebagai aliran bid’ah, padahal kelompok terbesar negeri ini (Nahdhatul Ulama/NU) mengklaim sebagai yang paling Ahlussunnah dan melakukan hal yang sama, menuduh kalangan Salafi sebagai pembuat bi’dah. Oleh sebab itu, “perang terbuka” antara kedua kelompok itu seakan tidak menemukan kata akhir. Kedua kelompok ini memang sangat bersemangat mengklaim sebagai Ahlussunnah sebab Nabi SAW telah menyebut Ahlussunnah sebagai satu-satunya kelompok yang akan selamat. Oleh sebab itu, perlu ditelusuri benarkah salah satu kelompok saja yang akan selamat sedangkan yang lain akan terjerumus ke dalam kesesatan.
Article Details
References
Attirmizi, Abi ‘Isa Muhammad Ibn ‘Isa Ibn Surah, Jami’u Attirmizi, Riyadh, Baitul Afkar wa Al-Daulah, 2641, tt,
Al-Sajastani, Abu Daud Ibn Sulaiman, Sunan Abu Daud, Kitab al-Sunnah, Bab Syarah Sunnah, Riyadh, Baitul Afkar wa Ad-Dauliyah, tt, Nomor hadits 4597
A. Fatih, Syuhud, Ahlussunnah Waljamaah, Islam Wasathiyah Tasamuh Cinta Damai, Malang, Pustaka al-Khoirat, 2019, cet. Ke-3
Asy’ari, KH Hasyim, Risalah Ahlussunnah Waljamaah, (terj.), Kediri, Azhar Risalah CV, tt.
Al-Shibai, Mustafa, Al-Sunnah wa Makanatuha fi al-Tasyri’ al-Islami, T. Tp, Dar al-Warraq, tt
Al-Utsaimin, Muhammad Ibn Shalih, Syarah Aqidah Wasathiyah, al-Mamlakah al-Arabiyah al-Suudiyyah, Dar Ibn Jauzi, 1435 H, jilid 1
Attaymy, Muhammad Ibn Khalifah, Mu’taqid Ahlussunnah Waljama’ah fi Tauhid Asma wa al-Shifat, Ar-Riyadh, Maktabah Adhwa al-Salaf, 1999
al-‘Aql, Nasir Abdul Karim, Mabahits fi ‘Aqidah Ahlu al-Sunnah wa al-Jamaah, T.tp. Dar al-Wathan, 1412 H
al-Sinan, Hamad dan al-‘Anjari, Fauzi, Ahlussunnah al-Asya’irah Syahadatu Ulama al-Ummah wa Adillatuhum, T. Tp, Dar Adh-Dhiya, tt.
al-Hambali, Abi Faraj Zainuddin Ibn Abdirrahman Ibn Syihab Ibn Ahmad Ibnu Rajab, Jami’u al-Hikam fi Syarhi Khamsina Haditsan Min Jawami’i al-Kalim, Libanon, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2007, hlm 34
al-Wuhaibi, Muhammad Ibn Abdullah, Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, (terj.) Eko Haryanto, T.tp, 2013, hlm. 11
al-Utsaimin, Muhammad Shalih, Syarah Aqidah Wasathiyyah, al-Mamlakah al-‘Arabiyyah al-Suudiyyah, Dar Ibn Jauzi, 1435 H, cet. Ke-5
Abidin, Syamsuddin Zainal, Buku Putih Ahlussunnah Waljamaah, Menyingkap Penistaan dan Penodaan Ajaran Ahlussunnah Waljamaah, Jakarta, Pustaka Imam Bonjol, 2016, cet. Ke-1
Al-Dimasyqi,Taqiyuddin Ahmad bin Abdul Halim Ibnu Taymiyah al-Harani, dalam kitab al-‘Ubudiyyah, Dar ishalah al-Ismailiyyah, T.tp. 1999, cet. Ke-3,
Al-Ustaimin, Muhammad Shalih, Syarah ‘Aqidah al-Wasithiyah, Mamlakah al-‘Arabiyyah, Dar Ibnu Jauzi, 1421 H, cet. Ke-6.
Bin Nuh, K. H. R Abdullah, Ringkasan Sejarah Walisongo, Surabaya, Teladan, tt
Ibnu Majah al-Qazwayni, Abi Abdillah ibn Muhammad Yazid, Sunan Ibnu Majah, Riyadh, Baitul Afkar wa al-Daulah, tt, Kitab al-Fitan, Bab Iftiraq al-Umam,
Jawas, Abdul Qadir, Syarah Aqidah Ahlussunnah wal-Jama’ah, Jakarta, Pustaka Imam Sy-Syafii, 2018, cet. Ke-17.
Katsir, Ibnu, Tafsir al-Quran al-Azhim, Kairo, Dar al-Hadits, 2003, hlm. 480, jilid I
Nasution, Harun, Teologi Islam Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan, Jakarta, Penerbit UI Press, 2011, hlm. 62-65
Ramli, Muhammad Idrus, Akidah Ahlussunnah Wal-Jamaah, Penjelasan Sifat 50, al-Hujjah Press, T.tp, tt.
----------------------------, Mazhab al-‘Asy’ari, Benarkah Ahlussunnah Wal-Jama’ah? Jawaban Terhadap Aliran Salafi, Surabaya, Khalista, 2014.
Syuhud, A Fatih, lihat jugahttp://www.islam-insitute.com/muktamar-ulama-aswaja-sedunia-buka-bukaan-soal-wahabi/) (https://www.nu.or.id/post/read/70944/siapakah-ahlussunah-wal-jamaah).