SIGNIFIKANSI MAKKIYAH MADANIYAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENAFSIRAN AL-QUR’AN
Main Article Content
Abstract
Turunnya al-Qur’an kepada nabi Muhammad secara berangsur-angsur menyiratkan makna khusus yang terkandung di dalamnya. Periodesasi ini sesuai dengan perjalanan dakwah Rasulullah selama di kota Mekah dan Madinah dalam kurun waktu lebih kurang 23 tahun. Artikel ini akan mengkaji dan menganalisa salah satu pisau analisis dalam menafsirkan al-Qur’an, yaitu signifikansi Makkiyah dan Madaniyah. Melaui artikel ini penulis ingin membuktikan bahwa kajian ulumul qur’an tidak hanya berputar pada wilayah normatif dengan kajian yang cenderung stagnan. Akan tetapi kajian ulumul qur’an berkembang dinamis dengan adanya pendekatan historis-filosofis yang penulis gunakan dalam artikel ini. Melalui signifikansi Makkiyah dan Madaniyah ini terlihat bahwa al-Qur’an menerapkan hukum terhadap sesuatu secara gradual sesuai dengan mukhatab yang dihadapi oleh Rasulullah. Khamr pada mulanya dalam ayat Makkiyah tidak disebutkan pengharamannya secara tegas. Namun pada ayat Madaniyah khamr secara tegas diharamkan.
Article Details
References
Amal, Taufik Adnan, Rekonstruksi Sejarah al-Qur’an, Yogyakarta: Alvabet, 2013
Al-Mubarakfuri, Shafiyurrahman, Sirah Nabawiyyah, terj. Kathur Suhardi. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2007
Al-Shalih, Shubhi, Mabahis fi ‘Ulum al-Qur’an, Beirut: Dar al-‘Ilmi li al-Malayin, 1972
Ash-Shabuni, Muhammad Ali, Terjemah Tafsir Ayat Ahkam Ash-Shabuni, Surabaya: PT. Bina Ilmu, 2008
Ash Shiddieqy, Muhammad Hasbi, Ilmu-ilmu al-Qur’an; ilmu-ilmu pokok dalam menafsirkan al-Qur’an, Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2009
Al-Zarkasy, Badruddin Muhammad bin ‘Abdullah, Al-Burhan Fi Ulum Al-Qur’an, juz. I Kairo: Dar al-Ihya’ al-Kutub al-‘Arabiyyah, 1957
Al-Qattan, Manna’ Khalil, Studi Ilmu-ilmu Qur’an, terj. Mudzakir AS. Bogor: Pustaka Litera AntarNusa, 2012
Al-A’zami, M.M, Sejarah Teks Al-Qur’an dari Wahyu sampai Kompilasi, terj. Sohirin Solihin, dkk. Jakarta: Gema Insani Pers, 2005
As-Suyuthi, Jalaluddin, Studi Al-Qur’an Komprehenshif, terj. Surakarta: Indiva Pustaka, 2008, hlm. 68.
Badruzaman, Abad, “Model Pembacaan Baru Konsep Makiyyah dan Madaniyyah”, Episteme: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman 10, no. 1 2015: 55, DOI: 10.21274/epis.2015.10.1.53-76.
Baidan, Nashruddin, Wawasan Baru Ilmu Tafsir, cet. II. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011
Fath, Amir Faishol, “Hakikat al-Makkiyah al-Madaniyah Dan Validitas Kekiniannya”, al-Insan: Jurnal Kajian Islam, edisi 1, tahun 1 (Januari 2005): 63.
Lantong, M. Bekti Khudari, “Konsep Makiyyah dan Madaniyyah Dalam Al-Qur’an (Sebuah Analisis Historis-Filosofis)”, Potret Pemikiran: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Islam 20, no. 1, (Januari-Juni 2016): 4, http://dx.doi.org/10.30984/pp.v20i1.746.
Maksum, Muhammad, “Penerapan Hukum Secara Gradual Melalui Konsep Makiyyah dan Madaniyyah”, Hikmah: Journal of Islamic Studies 14, no. 1, 2018
Moh. Muhtador, “Teologi Persuasif: Sebuah Tafsir Relasi Umat Beragama”, Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan 4, no. 2, 2016: 190, DOI: http://dx.doi.org/10.21043/fikrah.v4i2.1513.
Shihab, Quraish, dkk, Sejarah dan ‘Ulumul Qur’an, cet. III. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2001
Usman, Ulumul Qur’an, Yogyakarta: Teras, 2009
Wahid, Sa’ad Abdul, Studi Ulang Ilmu Al-Qur’an dan Ilmu Tafsir, Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2011