Wakaf: Perannya Dalam Peningkatan Ekonomi Umat
DOI:
https://doi.org/10.35961/teraju.v2i02.95Keywords:
Economy, Ummah, WaqfAbstract
Representation or endowment is an institution in an established Islamic religion. In Islamic law, this waqf is included in the category of community worship (Ijtimaiyah worship). Throughout Islamic history, waqf is a very important means and capital in advancing the development of religion. In fact waqf is one of the Islamic institutions which has the potential to be further developed to help disadvantaged people. Unfortunately there are so many endowments, in general their use is still traditional consumptive and not professionally managed professionally.
References
Abdillah, Kudrat, Maylissabet, M. Taufiq, Kontribusi Bahtsul Masail Pesantren di Madura dalam Menghadapi Perkembangan Hukum Islam Kontemporer, Jurnal Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu, 2019.
Abu Bakar, I’anah al-Thalibin Ala Hilli Al-Fadz Al-Mu’in, Darul Kutub.
Abu Hasan, Ali bin Ahmad Al-Wahidi, Asbab Al-nuzul Al-qur’an.
Al-Arabiyah, Musthafa Al-Babi Al-Halabi
Ali Bin Umar Al-Daruquthni, Sunan Al-Daruquthni, Delhi India.
Angkat, M. Arbisora. 2020. “Urgensi Kalender Hijriyah Sebagai Haul Zakat Maal Di Baznas Provinsi Kepulauan Riau”. TERAJU 2 (01)
Bintania, Aris. 2020. “Karakteristik Kebutuhan Mustahiq Dan Analisis Prioritas Penyaluran Zakat Oleh Baznas Kota Tanjungpinang”. TERAJU 2 (01)
Dahlan Abdul Azis, Ensiklopedi Hukum Islam, PT Ichtiar Baru van Hoeve, Jakarta, 2001.
Faishal Haq, Drs dan Saiful Anam, Drs. H.A, Hukum wakaf dan Perwakafan di Indonesia, PT.Garoeda Buana Indah, 2004.
Fiqh Wakaf, Proyek peningkatan Pemberdayaan Wakaf Direktoral Jenderal Bimas Islam dan PenyelenggaraanHaji, 2004.
Himpunan Peraturan Perundang-undangan Perwakafan Tanah Milik, Proyek Peningkatan Sarana Keagamaan Islam, Zakat dan Wakaf, Jakarta 1996/1997.
Huzaimah .Y Tangga, Pengantar Perbandingan Mazhab, Logos, J akarta, 1997.
Ibnu Qudamah, al-Mughni wa as-Syarth al-Kabir, edisi I, Beirut, Dar al-Fikr, 1984.
Ismail, Habib. 2019. “Pengambilan Kembali Harta Wakaf Oleh Wakif Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf Di Lampung Selatan”. TERAJU 1 (01)
Imam Malik bin Anas Al-Asbahni, Al-Muwatha”, Syarh Al-Zarqani.
Imam Muhammad bin Idris Al-Syafi’i, Al-Umm, Al-Sya’bi.
Khuzaifah Dimyati, Dr, Teorisasi Hukum, Studi Perkembangan Pemikiran Hukum di Indonesia 1945-1990, universitan Muhammadiyah Jakarta, 2004.
Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, Direktorat Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam Direktorat jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI, 2001.
Muhammad bin Ismail Al-Shan’ani , Subul Al-Salam, Musthafa Al-Babi Al-Halabi.
Noeng Muhajir, Penelitian Kuantitatif, Yokyakarta, Rake sarasin, 1990.
Paradigma Baru Wakaf di Indonesia, direktorat Pengembangan zakat dan wakaf Direktorat jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji, 2005
Perkembangan Pengelolaan wakaf di Indonesia, Proyek Peningkatan Pemberdayaan Wakaf Direktorat Jenderal BimbinganMsyarakat Islam dan Penyelenggaraan haji, 2004.
Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah, Jilid III, Quwait, Dar al-Bayan, 1986.
Sudanto, Sudanto. 2020. “Pelarangan Riba Dan Bunga Dalam Sistem Hukum Kontrak Syariah”. TERAJU 1 (02)
Syam ad-Din as-sarakhsi, al-Mabsuth, Jus 5 , Beirut, Dar al-Ma’rifah, 1989.
Taufiq, M, Optimalisasi Peran Dewan Pengawas Syariah di Lembaga Keuangan Mikro Syariah, Al Huquq : Journal of Indonesian Islamic Economic Law, 2020.
Taufiq, M., dan Muklisin Purnomo, Model Pemberdayaan Aset Wakaf Masjid Secara Produktif Di Masjid Jogokariyan Yogyakarta, (Bintan : STAIN SAR KEPRI), PERADA : Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu , Vol. 1, No. 2, 2018.
Taufiq Hamami. Drs. H, SH, Perwakafan Tanah dalam Politik Hukum Agraria, PT. Tatanusa, Jakarta Indonesia, 2003.
Undang-Undang Republik Indonesia Naomor 41 tahun 2004 Tentang Wakaf, Departemen Agama RI Direktorat Jenderal Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji, 2004
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Hak Cipta :
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa TERAJU: Jurnal Syariah dan Hukum berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada TERAJU: Jurnal Syariah dan Hukum.
Lisensi :
TERAJU: Jurnal Syariah dan Hukum diterbitkan berdasarkan ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License. Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun, menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.







