KEBIJAKAN PEMERINTAH DESA DALAM PENANGGULANGAN ABRASI PANTAI BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PERSPEKTIF ISLAM ( STUDI KASUS PANTAI TANJUNG SENEKIP KABUPATEN BENGKALIS)

Penulis

  • Irlina Dewi State Islamic College (STAIN) Bengkalis
  • Sri Ika Mulia State Islamic College (STAIN) Bengkalis
  • Wahyu Subekti State Islamic College (STAIN) Bengkalis
  • Yuni Dhea Utari State Islamic College (STAIN) Bengkalis
  • Mohammad Saifa Abudillah Darus Sholihin Islamic Boarding School, Tarim, Hadhramaut, Yemen

DOI:

https://doi.org/10.35961/teraju.v7i01.1670

Kata Kunci:

Pemerintahan Desa, Abrasi, Peraturan Perundang-Undangan,

Abstrak

Teluk Pambang merupakan desa terluar, terdepan dan  , berada di Pulau Bengkalis, Dari tahun ke tahun pantai di desa ini mengalami abrasi yang cukup parah dan mengkhawatirkan. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui kebijakan pemerintah desa dalam upaya penanggulangan abrasi pantai berdasarkan Undang-undang dan hukum Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintahan Desa Teluk Pambang sudah mengambil kebijakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan No.24 Tahun 2007 dan UU No. 23 Tahun 2014 yang berlaku, namun belum maksimal. Adapun kebijakan yang diambil Pemerintah Desa  yaitu: (1) Secara alami seperti melakukan penanaman (reboisasi dan rehabilitasi) hutan bakau dan pohon api-api dikawasan yang terkena abrasi. (2) Secara buatan, melalui bangunan pemecah gelombang (breakwater) dan tanggul, (3) Merubah prilaku kehidupan masyarakat sekitar pantai. Dalam perspektif Islam abrasi pantai termasuk ke dalam kerusakan lingkungan. ada beberapa solusi dalam Alquran untuk mengatasi kerusakan lingkungan, yakni: (1) Keimanan dan ketakwaan, (2) Sadar akan lingkungan, dan (3) Pengelolaan yang berkelanjutan. Dengan adanya penelitian ini diharapkan akan berdampak secara langsung terhadap penanganan lingkungan khususnya penanggulangan abrasi yang terjadi di pantai Tanjung Senekip, sehingga kedepannya abrasi ini benar-benar teratasi.

Referensi

Asiyah, Siti, Moh. Gamal Rindarjono, and Chatarina Muryani. “Analysis of Settlement Changes and Characteristics of Slum Settlements Due to Erosion and Inundation in the Coastal Area of Sayung District, Demak Regency, 2003–2013.” Jurnal GeoEco 1, no. 1 (2015): 83–100.

Desi Wulandari. “The Responsibility of the Central Government and the Local Government of Bengkalis District in Addressing Coastal Erosion Based on Law Number 24 of 2007 on Disaster Management” (2018): 2018.

H. Thalhah and A. Mufid. Fiqih Ekologi: Menjaga Bumi Memahami Makna Kitab Suci. Yogyakarta: Total Media, 2008.

Hargono, Slamet. “Coastal Erosion Mitigation on the Java Sea Coast,” 1998.

Hidayat, Rahmad, and Wan Asrida. “Efforts of the Bengkalis Regency Government in Erosion Control.” Online Journal of Social and Political Sciences 1, no. 2 (2014): 1–15.

Hidayat, S. Islamic Environmental Law: Perspectives and Implementation in Indonesia. Jakarta: PT. Rajawali Press., 2010.

Ida F. “‘Ocean’ in the Qur’an.” Qur’anic Text Revision Committee (2015).

IRA SURYANI. “Analysis of Coastal Erosion in Tuapeijat, North Sipora District, Mentawai Islands Regency.” STKIP PGRI West Sumatra Padang (2014 ).

Ministry of Religion of the Republic of Indonesia. Al-Hifz Memorisation Quran, Syaamil Quran. Bandung: PT. SYGMA EXAMEDIA ARKALEEMA, 2022.

M. Abdillah. Environmentally Friendly Religion from the Perspective of the Quran. Jakarta: Paramadina, 2001.

M. Abrar, T. Hadi, A. Budiyanto, M. Hafizt, A. Salatalohy, and M. Yulia Iswari. Status of Indonesia's Coral Reefs 2017. Jakarta: Oceanography Research Centre-LIPI, 2017.

M. Ghazali. The Environment in Islamic Understanding. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2003.

M. Harfin. “Reconstruction of Fiqh Al-Biah Based on Maslahah: An Islamic Solution to the Environmental Crisis.” Istinbath IAIN Mataram 14 (2015).

M. Shihab. Tafsir Al-Mishbah. Jakarta: Lentera Hati, 2002.

Meier, K. J., & O’Toole, L. J. Bureaucracy in a Democratic State: A Governance Perspective. Baltimore: Johns Hopkins University Press, 2007.

Mufid, Moh. “Mangrove Jurisprudence: Formulation of Coastal Environmental Jurisprudence from an Eco-Sharia Perspective.” Al-Daulah: Journal of Islamic Law and Legislation 7, no. 1 (2017): 107–127.

Mustolikh, Dasim Budimansyah, Darsiharjo, Encep Syarief Nurdin. “Natural Disasters and Environmental Ethics in the Qur'an.” 170–176. Purwokerto: UMPR PRESS, 2022.

Nugroho, R. Public Policy Reform in Indonesia. Jakarta: Buku Kompas, 2010.

Nurhayati, Aisyah, Ummah, Shobron. “Environmental Damage in the Qur’an.” Ikraith-Abdimas 4, no. 1 (2021): 126–130.

Richard, Richard, and Sunarto Sunarto. “Coastal Areas of West Tuban District.” Geoscience 1, no. 1 (2010): 1–10.

Subagiyo, Aris. “The Concept of Islam in Coastal Management,” n.d.

“Government Regulation of the Republic of Indonesia No. 64 of 2010 on Disaster Mitigation in Coastal Areas and Small Islands.”

“Presidential Regulation No. 73 of 2012 on the National Strategy for Adaptation to Climate Change.”

“Law No. 26 of 2007 on Spatial Planning.”

“Law No. 32 of 2009 on the Protection and Management of the Environment.”

“Law No. 6 of 2014 on Villages.”

“Law No. 24 of 2007 on Disaster Management,” no. 235 (2007): 245.

Diterbitkan

2025-08-06

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

KEBIJAKAN PEMERINTAH DESA DALAM PENANGGULANGAN ABRASI PANTAI BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PERSPEKTIF ISLAM ( STUDI KASUS PANTAI TANJUNG SENEKIP KABUPATEN BENGKALIS). (2025). TERAJU: Jurnal Syariah dan Hukum, 7(01), 89-102. https://doi.org/10.35961/teraju.v7i01.1670

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama