MEWUJUDKAN PERLINDUNGAN DATA KONSUMEN PADA PEER TO PEER LENDING MELALUI MARKET CONDUCT
DOI:
https://doi.org/10.35961/teraju.v7i02.2273Kata Kunci:
Data, Perlindungan, Conduct, Market, KonsumenAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana teori sistem hukum Lawrence M. Friedman memandang market conduct sebagai upaya hukum yang ideal dalam mewujudkan perlindungan data konsumen dalam p2p lending. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif, dengan menggunakan analisis yuridis kualitatif melalui dua pendekatan yakni pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengejawantahan market conduct sebagai upaya hukum yang ideal dalam mewujudkan perlindungan data konsumen di p2p lending dapat dicapai dengan memenuhi tiga aspek hukum, yaitu substansi hukum, struktur hukum, dan budaya hukum. Pada intinya, aspek yang paling penting yakni memastikan adanya harmonisasi, baik dari sisi asas maupun norma, dalam seluruh regulasi yang berkaitan dengan perlindungan data konsumen, baik secara vertikal maupun horizontal. Dalam struktur hukum, penting untuk menggambarkan batas-batas kewenangan yang jelas bagi lembaga yang bertanggung jawab atas perlindungan data konsumen dalam p2p lending. Dalam konteks budaya hukum, penting untuk mengedepankan Pancasila sebagai paradigma pengembangan budaya hukum yang selaras dengan nilai dan cita-cita bangsa dan masyarakat. Hal ini akan memudahkan pengembangan budaya hukum yang optimal.
Referensi
“AFPI | Indonesian Fintech Funding Association.” Accessed 11 December 2023. https://afpi.or.id/lima_pilar.
Andrias, Maria Yeti, and Zonita Zirhani Rumalean. “The Crystallisation of Pancasila as the Foundation of Legal Culture in the Republic of Indonesia.” UNES Law Review 6, no. 2 (2023): 6872–83.
Ansori, Lutfil. “Reform of Law Enforcement from a Progressive Legal Perspective.” Jurnal Yuridis 4, no. 2 (11 January 2018): 148. https://doi.org/10.35586/.v4i2.244.
Indonesia, Data. “P2P Lending Profits Surge 110.2% in March 2023.” Dataindonesia.id. Accessed 15 September 2023. https://dataindonesia.id/digital/detail/laba-pinjol-p2p-lending-melonjak-1102-pada-maret-2023.
Junaedi, and Diki Dikrurahman. “Building a Pancasila Legal Culture in the Reform Era.” Jurnal Cahaya Mandalika (JCM) 4, no. 1 (7 August 2023). https://doi.org/10.36312/jcm.v4i1.2021.
Mahanani, Anajeng Esri Edhi. “Reconstructing a Pancasila-Based Legal Culture in the Effort to Enforce the Law in Indonesia.” Jurnal Yustika: Media Hukum Dan Keadilan 22, no. 01 (29 July 2019): 1–10. https://doi.org/10.24123/yustika.v22i01.1954.
Natalia, Siska Windu, and Qurrata Ayuni. “The Formation of Implementing Regulations in Various Constitutions Around the World.” JISIP (Journal of Social Sciences and Education) 7, no. 2 (7 June 2023): 1514–26. https://doi.org/10.58258/jisip.v7i2.4956.
Novinna, Veronica. “Consumer Protection from the Dissemination of Personal Data by Third Parties: The Case of Fintech Peer-to-Peer Lending.” Udayana Master Law Journal 9, no. 1 (31 May 2020): 92. https://doi.org/10.24843/JMHU.2020.v09.i01.p07.
Nurhayati, Yati, Ifrani Ifrani, and M. Yasir Said. “Normative and Empirical Methodology in the Perspective of Legal Science.” Indonesian Law Enforcement Journal 2, no. 1 (17 January 2021): 1–20. https://doi.org/10.51749/jphi.v2i1.14.
Financial Services Authority. “Licensed Fintech Lending Operators at OJK as of 3 January 2022.” Website. IKNB/Financial Technology, 7 January 2022. https://www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/financial-technology/Pages/Penyelenggara-Fintech-Lending-Berizin-di-OJK-per-3-Januari-2022.aspx.
radartegal.com. “PASTI Task Force Blocks 173 Illegal Lending Platforms, Discovers Hundreds of Contents Violating Personal Data Policies.” radartegal.com. Accessed 18 November 2023. https://radartegal.disway.id/read/674300/satgas-pasti-blokir-173-pinjol-llegal-nakal-temukan-ratusan-konten-yang-melanggar-kebijakan-data-pribadi.
Editorial. "Indonesian Citizens Increasingly Taking on Online Debt through P2P Lending, Here's the Proof.
Rokilah, Rokilah, and Sulasno Sulasno. “The Application of Legal Principles in the Formation of Legislation.” Adjudication: Journal of Legal Science 5, no. 2 (29 December 2021): 179–90. https://doi.org/10.30656/ajudikasi.v5i2.3942.
Samantha, Elizabeth Diani, Gindo L. Tobing, and Wiwik Sri Widiarty. “Market Conduct Supervision of Peer-to-Peer Lending (P2P Lending) Services as Reviewed by Financial Services Authority Regulation No. 01/POJK.07/2013.” Novum Argumentum 1, no. 1 (12 December 2022): 13–21.
Sandela, Ilka, Nila Trisna, and Adam Sani. “Dispute Resolution Mechanisms for Information Technology-Based Money Lending (Fintech Lending) According to Indonesian Laws and Regulations.” Ius Civile: Reflections on Law Enforcement and Justice 5, no. 2 (30 October 2021). https://doi.org/10.35308/jic.v5i2.4532.
Se, Sri Wahyuningsih. “Implementation of Peer-to-Peer Lending in Indonesia, Financial Technology-Based Financing Services.” FEB Student Scientific Journal 8, no. 1 (30 September 2019). https://jimfeb.ub.ac.id/index.php/jimfeb/article/view/6115.
“Decision Letter of the Management of the Indonesian Joint Funding Fintech Association (‘AFPI’). No. 002/SK/COC/INT/IV/2020,” n.d. Accessed 12 November 2023.
Suyatno, Suyatno Suyatno. “The Weaknesses of Lawrence M. Friedman’s Theory of Legal Systems in Indonesian Law.” IUS FACTI: Periodical Journal of the Faculty of Law, Bung Karno University 2, no. 1 June (5 July 2023): 197–205. https://doi.org/10.61802/if.v2i1.
Tambunan, Gotman, Kartina Pakpahan, Nikodemus Ariandy Manik, and Timothy Pamungkas Situmorang. “A Legal Review of Money LaunderingIus Civile: Reflections on Law Enforcement and Justice 6, no. 2 (22 November 2022): 313–23. https://doi.org/10.35308/jic.v6i2.3792.
“Law No. 04 of 2023 on the Development and Strengthening of the Financial Sector,”.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Taruna Prakarsa, Muhammad Abdul Ghofur

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta :
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa TERAJU: Jurnal Syariah dan Hukum berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada TERAJU: Jurnal Syariah dan Hukum.
Lisensi :
TERAJU: Jurnal Syariah dan Hukum diterbitkan berdasarkan ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License. Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun, menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.
