Pengembangan Identitas Merek Wisata Religi: Strategi Membranding Pesarean Gunung Kawi

Authors

  • Putri Engellina Cecilia UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Moh Abdul Azis UIN Maulana Malik Ibrahim malang
  • Okta Fajar Nuraini UIN Maulana Malik Ibrahim malang

DOI:

https://doi.org/10.35961/jppmkepri.v4i1.1308

Abstract

Pesarean Gunung Kawi merupakan salah satu wisata religi yang ada di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.  Objek wisata ini dikelola oleh Yayasan Ngestigondho. Tidak seperti pesarean pada umumnya, Pesarean Gunung Kawi menawarkan pesona nilai-nilai sejarah dan budaya, toleransi beragama serta keindahan alam. Namun pasca pandemi Covid-19 jumlah kunjungan ke Pesarean Gunung Kawi menurun drastis. Apalagi beredar mitos-mitos yang mengelilingi Pesarean, terutama narasi tentang pesugihan membuat wisatawan Pesarean semakin menurun. Maka dari itu, perlu adanya upaya untuk membantu Yayasan Ngestigondho dalam memasarkan Pesarean Gunung Kawi. Pengabdian ini bertujuan untuk membuat strategi promosi pariwisata yang terintegrasi, menggunakan media sosial untuk meningkatkan kesadaran dan popularitas Pesarean Gunung Kawi, dengan fokus pada pembangunan ekonomi lokal dan pelestarian budaya. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ABCD. Adapun hasil yang didapatkan ialah bertambahnya litelatur terkait Pesarean Gunung Kawi serta lebih luasnya jangkauan pemasaran yang dilakukan.

References

Kotler, Philip. 1993. Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian, Jilid 1.Jakarta: Erlangga.

Kurnia Y, Y. (2018). Toleransi Antar Agama Dan Antar Etnis Di Desa Mamahak Teboq Kalimantan Timur. Palita: Journal of Social-Religion Research, 3(2), 165–180. https://doi.org/10.24256/pal.v3i2.56

Nasrullah, R. (2017). Media Sosial : Perspektif komunikasi, Budaya, dan SosioTeknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Yayasan Ngestigondho. (2024). Sejarah Pesarean Gunung Kawi

Nor, M. R. M., & Dahlan, A. (2018). The activism and survival of the riau-lingga ‘ulama’ in the dutch east indies colonial era (1900-1913). Journal of Indonesian Islam, 12(1), 69–84. https://doi.org/10.15642/JIIS.2018.12.1.69-84

Polkinghorne, D. E. (1992). Research Methodology inHumanistic Psychology. The Humanistic Psychologist, 20(2–3), 218–242. https://doi.org/10.1080/08873267.1992.9986792

Raharjana, D. T., & Putra, H. S. A. (2020). Penguatan SDM dalam e-Marketing untuk Promosi Desa Wisata di Kabupaten Malang. Jurnal Nasional Pariwisata, 12(2), 140. https://doi.org/10.22146/jnp.60403

Saeroji, A. (2022). Strategi Pengembangan Museum Tosan Aji Purworejo Dalam Upaya Meningkatkan Kunjungan Wisatawan. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(9), 3071–3076.

Schwebel, M. (1970). International Encyclopedia of the Social Sciences. American Journal of Orthopsychiatry, 40(1), 179–183. https://doi.org/10.1111/j.1939-0025.1970.tb00691.x

Tjiptono, F. (2015). Strategi Pemasaran. Andi Ofset.

Downloads

Published

2024-12-24

How to Cite

Cecilia, P. E., Moh Abdul Azis, & Okta Fajar Nuraini. (2024). Pengembangan Identitas Merek Wisata Religi: Strategi Membranding Pesarean Gunung Kawi. Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan Riau (JPPM Kepri), 4(1), 12–20. https://doi.org/10.35961/jppmkepri.v4i1.1308