BUGIS DI KERAJAAN MELAYU: EKSISTENSI ORANG BUGIS DALAM PEMERINTAHAN KERAJAAN JOHOR-RIAU-LINGGA-PAHANG

  • SYAHRUL RAHMAT STAIN SULTAN ABDURRAHMAN KEPRI

Abstract

The geographical conditions of the Malay Peninsula as the trade traffic in the Southeast Asian region make this area a destination for shipping from various ethnic groups in the archipelago as well as from other parts of the world, including the Bugis people from the southern Sulawesi mainland. In its development, in addition to make a living, they gradually begin to join the government structure of the Johor-Riau-Lingga-Pahang Kingdom.  Bugis existence in the government structure experiences its own dynamics towards the kingdom which later changes its name to the Kingdom of Riau Lingga. This research is a historical study with a focus on the political dynamics and the existence of Bugis in the Malay Kingdom in the 17th to 18th century. Besides changing the structure of government, the position as Yang Dipertuan Muda, which was held by descendants also gives changes to the development of the kingdom. Even so, Yang Dipertuan Muda must face internal conflicts in the kingdom due to their dominance in the government administration.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, Jasni bin, “Bugis di Kedah 1600-1800: Suatu Tinjauan Awal”, dalam Proceeding of ICECRS, 1 2016, Universiti Utara Malaysia, Malaysia, 2016.
Dahlan, Ahmad. Sejarah Melayu. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2014.
Kadir, Daud, dkk. Sejarah Kesultanan Lingga-Riau. Pemerintah Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau, 2008.
Liamsi, Rida K, “Berhutang Pada Persebatian Melayu Bugis”, dalam Firdaus L.N dkk, Tamadun Melayu Lingga. Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, 2018
Mansyur, “Migrasi Dan Jaringan Ekonomi Suku Bugis di Wilayah Tanah Bumbu, Keresidenan Borneo Bagian Selatan dan Timur 1930-1942”, dalam Jurnal Sejarah Citra Lekha, Vol. 1, No. 1, 2016.
Melay, Ridwan. Riau Lingga Dilema Kekuasaan dan Implikasi Perdagangan 1784-1824. Jakarta: Tesis Ilmu Sejarah UI, 1999.
Naim, Mochtar. Merantau: Pola Migrasi Suku Minangkabau. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1979.
Omar, Rahilah, dkk, “Sejarah kedatangan masyarakat Bugis ke Tanah Melayu: Kajian Kes di Johor”, dalam Jebat 36, 2009.
Samin, Suwardi Mohammad, “Kerajaan dan Kesultanan Dunia Melayu: Kasus Sumatra Dan Semenanjung Malaysia”, dalam Jurnal Criksetra, Volume 4, Nomor 7, Februari 2015.
Shamad, Irhash. A. Ilmu Sejarah. Jakarta: Hayfa Press, 2003.
Sunandar, “Melacak Hubungan Kesultanan Sambas dan Bugis (Studi Awal terhadap Naskah Tuhfat al-Nafis)”, dalam Jurnal Khatulistiwa – Journal of Islamic Studies, Volume 4 Nomor 2 September 2014.
Sofyan, Faisal. Sejarah Persemendaan Melayu dan Bugis. Tanjung Pinang: Milaz Grafika, 2013.
Syahri, Aswandi, Raja Murad. Cogan Regalian Kerajaan Johor-Riau-Lingga-Pahang. Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Provinsi Kepulauan Riau, 2006.
Totok Roesmanto, “Rekonstruksi Arsitektur Istana Kota Piring”, dalam Jurnal Dimensi Teknik Arsitektur, Vol. 32, No. 1, Juli 2004.
Umar. Perantau Bugis dalam Narasi Sejarah: Sebuah Kritik Historiografi. Yogyakarta: Tesis Ilmu Religi dan BudayaUniversitas Shanata Dharma, 2018.
Published
2019-06-28
How to Cite
RAHMAT, SYAHRUL. “BUGIS DI KERAJAAN MELAYU: EKSISTENSI ORANG BUGIS DALAM PEMERINTAHAN KERAJAAN JOHOR-RIAU-LINGGA-PAHANG”. PERADA 2, no. 1 (June 28, 2019): 35-44. Accessed August 15, 2020. http://ejournal.stainkepri.ac.id/index.php/perada/article/view/25.
Section
Articles