KONTRIBUSI BAHTSUL MASAIL PESANTREN DI MADURA DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM KONTEMPORER

Main Article Content

Kudrat Abdillah
Maylissabet Maylissabet
M. TAUFIQ

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan kontribusi bahtsul masail pesantren di Madura dalam menghadapi perkembangan hukum islam kontemporer. Kajian ini sebagai penelitian kualitatif dengan pendekatan sejarah sosial, yaitu sejarah yang menggunakan ilmu-ilmu sosial untuk mengkaji tentang struktur (bagian-bagian) dan proses interaksi (hubungan timbal balik) antar manusia sebagai pelaku sejarah. Data yang didapatkan menunjukkan bahwa tradisi Bahtsul Masail pesantren di Madura sudah berlangsung sejak lama (kisaran tahun 1989, meskipun dengan nama yang berbeda. Nama-nama tersebut seperti musyawarah, diskusi rutin, majelis musyawarah kutubud diniyah, dan juga bahtsul masail sendiri. Metode yang digunakan secara umum mengacu pada metode Bahtsul Masail yang digunakan Nahdlatul Ulama. Hanya di beberapa teknis sedikit berbeda sesuai dengan ciri dan kekhasan masing-masing pesantren. Hasil dari diskusi bahtsul masail tersebut, sebagian besar tidak disosialisasikan kepada masyarakat secara kangsung. Mereka hanya menjawab ketika ada pertanyaan dari masyarakat. Tetapi di sebagian yang lain, hasil diskusi bahtsul masail ini sudah dibukukan secara sistematis bahkan dipublish di web resmi pesantren. Penulis melihat tradisi bahtsul masail yang sudah berlangsung lama di Pesantren Madura ini menjadi kontribusi dalam menghadapi perubahan dan perkembangan hukum kontemporer. Bukan melihat dari sisi hasil atau produk yang dihasilkan, tetapi lebih menarik pada proses bagaimana kemudian tradisi diskusi ini memecahkan suatu masalah baru. Itu yang menunjukkan wujud nyata bahwa ijtihad harus terus dilakukan.


 


 


This paper aims to describe the contribution of bahtsul masail of Islamic boarding schools in Madura in facing the development of contemporary Islamic law. This study is a qualitative research with a social history approach, namely history that uses social sciences to examine the structure (parts) and the process of interaction (reciprocity) between humans as actors of history. The data obtained shows that the Bahtsul Masail tradition of Islamic boarding schools in Madura has been going on for a long time (in 1989, although with different names. The names are such as deliberations, regular discussions, assemblies of kutubud diniyah deliberations, and also bahtsul masail. The method used in general, it refers to the Bahtsul Masail method used by Nahdlatul Ulama, only in some technicalities it differs slightly according to the characteristics and peculiarities of each pesantren.The results of the discussion on bahtsul masail are mostly not communicated to the public directly. from the community, but in others, the results of the discussion of bahtsul masail have been systematically posted and even published on the official boarding school website, and the author sees the long-standing tradition of the bahtsul masail in Madura Islamic Boarding School as a contribution in facing contemporary legal changes and developments. from sis the results or products produced, but more interesting in the process of how then this tradition of discussion solves a new problem. That shows the real manifestation that ijtihad must continue.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Abdillah, Kudrat, Maylissabet Maylissabet, and M. TAUFIQ. “KONTRIBUSI BAHTSUL MASAIL PESANTREN DI MADURA DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM KONTEMPORER”. PERADA 2, no. 1 (June 28, 2019): 67–80. Accessed May 24, 2026. https://ejournal.stainkepri.ac.id/index.php/perada/article/view/31.
Section
Articles

References

Al-Ghazali, Abu Hamid, 1993, al-Musta?fa, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah.
Al-Qardhawi, Yusuf, 2000, Ijtihad Kolektif: Kode Etik dan Penyimpangan, Surabaya: Risalah Gusti.
Arifi, Ahmad, Dinamika Fiqh Pola Mazhab: Kontekstualisasi Bermazhab dalam Fiqh NU, Jurnal Asy-Syir’ah.
Arikunto, Suharsimi, 1991, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta.
Ar-Raisuny, Ahmad, 1992, Nazariyât al- Maqôsid ‘inda Al-Imam Syatibi, Riyad: al-Dâr al-‘Ilmiah li al-Kitab al-Islami.
As-Syatibi, Abu Ishaq, 2003, al-Muwafaqat Fi U??l Al-Syariat, Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyah, II.
Badan Pusat Statistik, Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Agama yang Dianut, bps.go.id, diakses pada tanggal 9 Maret 2017 pukul 07.00 WIB.
Fuad, Mahsun, 2005, Hukum Islam Indonesia:Dari Nalar Partisipatoris Hingga Emansipatoris, Yogyakarta: LKiS.
Hadi, Sutrisno, 1980, Metodologi Research, Yogyakarta: Yayasan Penerbitan UGM.
Haidar, M. Ali, 1998, Nahdlatul Ulama dan Islam Indonesia Pendekatan Fikih dalam Politik, Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
Husein, Muhammad, 2002, “Tradisi Istinbath Hukum NU: Sebuah Kritik”, dalam Kritik Nalar Fiqih NU, Jakarta: LAKPESDAM.
Mahfudh, MA. Sahal, 2002, “Bahtsu al-Masail dan Istinbath Hukum NU: Sebuah cetakan Pendek“ dalam M. Imdadu Rahmat (ed) Kritik Nalar Fikh NU, Jakarta: LAKPESDAM.
Masyhuri, A. Aziz, 1997, Masalah Keagamaan Nahdlatul Ulama, Surabaya: PP. RMI dan Dinamika Press.
Minhaji, Akh., 2013, Sejarah Sosial dalam Studi Islam, Yogyakarta: Sunan Kalijaga Press.
Said, Ridwan Qoyyum, 2004, Rahasia Sukses Fuqoha’, Kediri: Mitra Gayatri.
Saleh, Hasan, 2008,Kajian Fiqh Nawawi & Fiqh Kontemporer, Jakarta: Rajawali Press.
Usman, Muslih, 1996, Kaidah-Kaidah Ushuliyah dan Fiqhiyyah, Jakarta: Rajawali Press.
Winarno, Surakhmad, 1994, Pengantar Penelitian Ilmiah: Dasar, Metode dan Teknik, ed. ke-7 Bandung: Tarsito.
Zahro, Ahmad,2004, Lajnah Bahtsul Masail 1926 - 1999, Tradisi Intelektual NU, Yogyakarta: LKiS.