ADOPSI DALAM PANDANGAN AL-QUR’AN: KAJIAN TAFSIR IJTIMA’I

Main Article Content

Hariyun Sagita

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana hukum adopsi dalam pandangan al-Qur'an berdasarkan kajian tafsir. Dalam hal ini adalah kitab tafsir Rawa’i al-Bayan tafsir ayat ahkam  dan tafsir al-Munir. Karya ilmiah ini adalah penelitian pustaka, dengan subjeknya adalah al-Qur'an dengan tafsir tematik. Penelusuran data diperoleh melalui pengumpulan penafsiran-penafsiran dari kitab tafsir Rawa’i al-Bayan Tafsir Ayat Ahkam dan Tafsir al-Munir. Hasil yang ditemukan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah adopsi sudah ada sejak dahulu dan pernah dipraktekkan Nabi SAW sebelum kenabian, Nabi menjadikan anak adopsi  Zaid bin Harisah sebagai anaknya sendiri. Bentuk adopsi yang menasabkan  anak angkat  kepada ayah angkatnyadilarang didalam al-Qur’an, hukumnya adalah haram. Konsekuensi adopsi  dengan bentuk menasabkan  anak angkat  kepada ayah angkatnya akan menjadikan kedua belah pihak akan saling mewarisi dan terjadinya mahram  dalam keluarga.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Sagita, Hariyun. “ADOPSI DALAM PANDANGAN AL-QUR’AN: KAJIAN TAFSIR IJTIMA’I”. PERADA 3, no. 2 (December 21, 2020): 115. Accessed May 22, 2026. https://ejournal.stainkepri.ac.id/index.php/perada/article/view/58.
Section
Articles

References

Abdul Hayy al-Farmawi, Metode Tafsir Maudhu’i dan cara penerapannya, terj. Rosihan Anwar dan Maman Abd Djaliel (Bandung: Pustaka Setia, 2002).

Ahmad Warson Munawwir, al-Munawwir (Surabaya: Pustaka Progressif, 1997).

Andy Haryono, Analisis Metode Tafsir Muhammad Ash-Shabuni dalam Kitab rawâiu’ al- Bayân, Jurnal Wardah vol 18 no.1 Palembang: Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah, 21017.

Ensiklopedi Hukum Islam Jilid I, Jakarta, Ichtiar Baru Van Hoeve, 1996).

http://www.islamsyria.net/Details.php?QType=1&Id=275__

http://www.republika.co.id/berita/dunia islam/khazanah/12/07/17/m7bbix-hujjatul-islam-syekh-ali-ashshabuni-3habis

I’sham Ahmad. Irsan Syahadah, Ash- Shabuni wa Manhajuhu fi al-Tafsir min khilali kitabihi shafwah al-tafaasiir, Tesis, (Neblus: Universitas Najah al-Wathaniyah, 2013).

Kementerian Agama RI, al-Qur’an dan Tafsirnya (edisi yang disempurnakan), Jakarta: Widya Cahaya, 2011.

Lisa Rahayu, “Makna Qaulan dalam al-Qur’an; Tinjauan Tafsῑr Tematik Menurut Wahbah al- Zuhaili”(Skripsi S1, Fakultas Ushuluddin Universitas UIN SUSKa Riau, Pekanbaru, 2010).

Mahmud Yunus, Kamus Arab Indonesia, (Jakarta: Hidakarya Agung, 1989).

Mahmut Syaltût, al-Fatâwâ, (Kairo: Dâr al-Qalam, t.th).

Majalah al-haromain edisi 79, profil Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni; ulama mufasir yang produktif, (Surabaya, Lazis al-Haromain, 2013)

Muhammad Ali al-Shabuni, Shafwah al-Tafasir, jilid I, (Beirut: Dar al-Fikr, 2001)

Muhammad Ali As’ Shabuni, Rawāi’ul Bayān Tafsīru Āyāti’l Ahkām.Cet. Ke III (Damaskus: Maktabah Al-Ghazali,1980) vol. I.

Muhammad Ali As’ Shabuni, Rawāi’ul Bayān Tafsīru Āyāti’l Ahkām.Cet. Ke III (Damaskus: Maktabah Al-Ghazali,1980).

Muhammad Thaha Abul Ela Khalifah, Pembagian Warisan Berdasarkan Syariat Islam (Solo: Tiga Serangkai, 2007).

Muhammad Yusuf, Safwat al-Tafāsīr lil al-Qur’an al-Karīm Karya Muhammad Ali al-Sabuni, Kompilasi metodologis antara tekstual (al-ma’sur) dan Rasional (al-Ma’qul), (Yogyakarta, TH Press, dan Teras, 2006).

Pengantar Rawa’I al-Bayan fi Tafsir ayat al-Ahkam (Mekkah, Syarikat Mekkah, 1971) Jilid I.

Saiful Amin Ghofur, Profil para Mufasῑr al-Qur’an (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2008).

Wahbah al-Zuhaili, al-Tafsir al-Munir (Damaskus: Dar al-Fikr, 2009).

Wahbah al-Zuhayli , al-Fiqh al-Islâmi wa Adillatuhu, (Beirut: Dâr al-Fikr al-Ma’âshir, t.th).