Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu  dipublikasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dengan online ISSN 2655-6626  dan Printed ISSN 2656-7202Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, periode Januari s/d Juni dan Juli s/d Desember.

Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu memiliki fokus dan ruang lingkup Studi Islam di kawasan Melayu yang meliputi studi Al-Qur'an dan tafsir, hadis, syariah, tarbiyah, dakwah, filsafat Islam, sosiologi agama, antropologi agama, sejarah dan filologi dan lain sebagainya. Sedangkan kawasan melayu yang dimaksud yakni negara-negara rumpun melayu seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, dan Filipina.

Gangguan Teknis

2025-11-21

Pengunjung yang terhormat.

  1. Kami informasi bahwa dalam beberapa bulan terakhir sejak Juni 2025, jurnal Perada sedang mengalami gangguan yang cukup berat sehingga mengalami kendala dalam proses naskah. Saat ini, kami sedang berupaya memulihkan kembali semua alur kerja (workflow) jurnal.
  2. Kepada seluruh pengguna terdaftar (user), Segera memeriksa kembali akun yang terdaftar di jurnal ini, baik username, password, email dan pengaturan lainnya. Apabila tidak sesuai seperti yang telah Anda daftarkan, maka kami menyarankan untuk mengubahnya.

Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.
Terima kasih atas perhatiannya.

Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu  dipublikasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dengan online ISSN 2655-6626  dan Printed ISSN 2656-7202Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, periode Januari s/d Juni dan Juli s/d Desember.

Kata “Perada” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti “kertas dari emas (perak, timah) untuk perhiasan, tulisan, dan sebagainya”. Jurnal Perada adalah kertas yang menghimpun tulisan dari peneliti, akademisi dan praktisi dalam kajian studi Islam di kawasan Melayu. Kehadiran Perada sebagai bentuk sumbangsih dalam ilmu pengetahuan dan sains bagi peradaban Melayu yang pernah menorehkan sejarah emasnya.