KOMPETENSI GURU DALAM BUKU TUNJUK AJAR MELAYU KARYA TENAS EFFENDY

Main Article Content

Al Mahfuz
Ilyas Husti
Zamsiswaya Zamsiswaya

Abstract

Tunjuk Ajar Melayu karya Tenas Effendy adalah sebuah tulisan yang munumental khsanah nilai budaya Melayu tersemat nilai-nilai mendasar dalam pendidikan secara umum. Nilai-nilai yang termuat dalam Tunjuk Ajar Melayu dapat dijadikan sumber inspirasi dan dapat diinternailsasikan dalam proses pembelajaran, dimana terjadi interaksi antara guru dengan peserta didik. Dalam melaksanakan tugas profesi guru ada ketentuan yang harus diikuti oleh guru yang melekat langsung pada dirinya dan kewajiban bagi guru untuk mengimplimentasikannya yaitu Kompetensi Guru, meliputi 1). Kompetensi pedagogik., 2). Kompetensi kepribadian., 3). Kompetensi sosial; 4). Kompetensi profesionalisme. Masing-masing kompetensi ini memliki butir-butir yang secara konsep dan teori memiliki berdiri sendiri namun dalam penerapannya oleh guru dalam proses pembelajaran terintegrasi dan saling keterkaitan satu dengan lainnya, dan butir-butir tersebut masih harus diterjemahkan lagi secara nyata dan operasional dalam pemikiran dan tindakan, dimana dalam Tunjuk Ajar nilai-nilai yang terkandung didalamnya  lebih mudah dipahami dan dilakukan sehingga akan sangat bersesusian butir-butir pada setiap kompetensi guru tersebut dilandasi dengan nilai-nilai Tunjuk Ajar Melayu. Untuk mengkaji lebih mendalam lagi tentang Kompetensi dalam Buku Tunjuk Ajar Melayu, penulis menekankan pada tiga persoalan pokok yaitu :a).


Apa saja bentuk butir-butir Kompetensi Guru dalam Tunjuk Ajar Melayu Karaya Tenas Effendy ? b).Apa upaya agar butir-butir Tunjuk Ajar Melayu Karya Tenas Effendy dapat direalisasikan pada Kompetensi Guru ? c).Dimana posisi pemikiran Tenas Effendy dalam Karya Tunjuk Ajar Melayu terhadap Kompetensi Guru dalam Persfektif Al-Qur’an, Hadist, Komponen Pendidikan dan Kearifan lokal Melayu ?  Menurut hasil penelitian ditemukan bahwa Tunjuk  Ajar Melayu karya Tenas Effendy memiliki nilai-nilai utama religius teologis dan sosio humanis menurut pedoman Islam yaitu ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist serta dapat disinergiskan secara komferhensif dalam setiap unsur  pada Komponen Pendidikan yakni tujuan pendidikan, guru, peserta didik, materi, metode dan lingkungan pendidikan, sekaligus  bersesuaian nilai-nilai kearifan lokal Melayu berupa kearifan lokal lisan seperti cerita mitos, legenda, gurindam dua belas, pepatah, pribahasa, nyanyian senandung Melayu. Sedangkan dalam kearifan lokal sebagian lisan Melayu dijumpai pada permainan tradisional rakyat, teater rakyat Melayu diantaranya bangsawan, makyong, mendu, ada juga pada upacara-upacara adat Melayu seperti diantaranya tepuk tepung tawar sarat dengan pesan dan tepak sirih mengandung arti pesan-pesan kebaikan, upacara basuh lantai, tradisi ratif saman. Keseluruhan nilai-nilai tersebut bersebati dengan nilai-nilai Tunjuk Ajar Melayu karya Tenas Efendy  yang mencerminkan nilai luhur budi dan budaya orang Melayu sebagai landasan pembangunan budaya dan peradaban Melayu

Article Details

How to Cite
Mahfuz, A., Husti, I., & Zamsiswaya, Z. (2022). KOMPETENSI GURU DALAM BUKU TUNJUK AJAR MELAYU KARYA TENAS EFFENDY. TANJAK : Journal of Education and Teaching, 3(1), 57–75. https://doi.org/10.35961/tanjak.v3i1.551
Section
Articles

References

Al-Alusi. 1971. Ruh al-Ma’ani Jilid 15. Libanon: Dar al-Kutub al-Ilmiah.
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: Rineka Cipta.
Daradjat, Z. 2016. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Effendy, T. 2005. Tegak Menjaga Tuah, Duduk Memelihara Marwah. Yogyakarta: Balai Kajian dan
Pengembangan Budaya Melayu.
Haji, R.A. 2005. Gurindam Dua belas. Tanjungpinang: Buku Saku.
Hamka. 2002. Tafsir al-Azhar Juz 29. Jakarta: Pustaka Panjimas.
Kaelan. 2012. Metode Penelitian Kualitatif Interdisipliner bidang Sosial, Budaya, Filsafat, Seni, Agama dan
Humaniora. Yogyakarta: Paradigma.
Kaelan. 2005. Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat. Yogyakarta: Paradigma.
Katsir, I. 2003. Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1-7. Bogor: Pustaka Imam Syafi’i.
Mestika, Z. 2004. Metodelogi Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Mulyasa. 2015. Guru dalam Implimentasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Refiwar. 2022. Acara Pembekalan Pengurus Lembaga Adat Melayu Kepri Kota Tanjungpinang Masa Khidmat
2022-2027, tanggal 22 Februari 2022.
Shihab, Q. 2007. Tafsir al-Misbah Vol.14. Jakarta: Lentera Hati.
Syamsudin, M, dkk. 2011. Pendidikan Pancsila. Yogyakarta: Totalmedia.
Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suhardi. 2021. Folklore Melayu Dalam Bentuk dan Keragamannya. Yogyakarta: Budi Utama.
Undang-undang Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005, Tentang Guru dan Dosen.
Winarno. 2009. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Bumi Aksara.
https://kkbi,web.id/pepatah, diakses pada 2 Desember 2021 pada pukul 10.00 WIB.
Pangestu, P.D. Direktorat Sekolah Dasar. Direktorat Jendral PAUD Diknas dan Dikmen Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (https://ditpsd.kemendikbud.go.id )