Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif

Main Article Content

Ristama Rona Simanungkalit
Ramdani Ramdani
Ahmad Yanizon
Junierissa Marpaung
Azahra Hardi Cusinia
Raja Zulfikar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi siswa dalam menggunakan ChatGPT sebagai media dukungan emosional ditinjau dari aspek self-disclosure, trust, dan psychological safety, serta implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling Kolaboratif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei yang melibatkan 60 siswa sekolah menengah atas. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang mengukur ketiga variabel utama. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological safety memiliki nilai rata-rata tertinggi (M = 4,12), diikuti self-disclosure (M = 3,98) dan trust (M = 3,85), yang seluruhnya berada pada kategori tinggi. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara psychological safety dan self-disclosure (r = 0,68; p < 0,01), serta antara trust dan self-disclosure (r = 0,61; p < 0,01). Hasil regresi menunjukkan bahwa psychological safety (? = 0,45) dan trust (? = 0,37) berpengaruh signifikan terhadap self-disclosure, dengan kontribusi model sebesar 52% (R² = 0,52). Temuan ini menunjukkan bahwa rasa aman psikologis merupakan faktor dominan dalam mendorong keterbukaan diri siswa dalam menggunakan ChatGPT. Secara keseluruhan, penelitian ini mengungkap adanya pergeseran preferensi siswa dalam mencari dukungan emosional dari interaksi interpersonal menuju interaksi berbasis teknologi. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa layanan Bimbingan dan Konseling Kolaboratif perlu beradaptasi dengan menghadirkan lingkungan yang lebih aman secara psikologis, membangun kepercayaan, serta mengintegrasikan teknologi sebagai bagian dari sistem dukungan yang komprehensif.

Article Details

How to Cite
Simanungkalit, R. R., Ramdani, R., Yanizon, A., Marpaung, J., Azahra Hardi Cusinia, & Raja Zulfikar. (2026). Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif. TANJAK : Journal of Education and Teaching, 7(1), 41–51. https://doi.org/10.35961/tanjak.v7i1.2948
Section
Articles

References

Al-Zahrani, A. M. (2025). Exploring the impact of artificial intelligence chatbots on human connection and emotional support among higher education students. SAGE Open. https://doi.org/10.1177/21582440251340615

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.

Da?tekin, E., & Erkalkan, E. (2025). Psychological factors influencing trust in AI-based systems. arXiv preprint. Retrieved from https://arxiv.org/abs/2512.17390

Edmondson, A. (1999). Psychological safety and learning behavior in work teams. Administrative Science Quarterly, 44(2), 350–383. https://doi.org/10.2307/2666999

Frazier, M. L., Fainshmidt, S., Klinger, R. L., Pezeshkan, A., & Vracheva, V. (2017). Psychological safety: A meta-analytic review and extension. Human Resource Management Review, 27(3), 521–535. https://doi.org/10.1016/j.hrmr.2017.01.001

Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). Multivariate data analysis (8th ed.). Cengage Learning.

Joinson, A. N. (2001). Self-disclosure in computer-mediated communication: The role of self-awareness and visual anonymity. European Journal of Social Psychology, 31(2), 177–192. https://doi.org/10.1002/ejsp.36

Jourard, S. M. (1971). Self-disclosure: An experimental analysis of the transparent self. Wiley.

Kvale, S., & Brinkmann, S. (2009). InterViews: Learning the craft of qualitative research interviewing (2nd ed.). Sage Publications.

McKnight, D. H., Choudhury, V., & Kacmar, C. (2002). Developing and validating trust measures for e-commerce: An integrative typology. Information Systems Research, 13(3), 334–359. https://doi.org/10.1287/isre.13.3.334.81

Nyakhar, S., & Wang, H. (2025). Effectiveness of artificial intelligence chatbots on mental health and well-being in college students: A rapid systematic review. Frontiers in Psychiatry, 16, 1621768. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2025.1621768

Palinkas, L. A., Horwitz, S. M., Green, C. A., et al. (2015). Purposeful sampling for qualitative data collection and analysis. Administration and Policy in Mental Health, 42, 533–544. https://doi.org/10.1007/s10488-013-0528-y

Ramdani, R. (2016). Peran Guru Bk/Konselor Dalam Mengentaskan Perilaku Bullying Participant Of The Teachers Bk/Counselors To Alleviate Bullying Behavior. Cahaya Pendidikan, 2(1).

Ramdani, R., Nasution, A. P., Ramanda, P., Sagita, D. D., & Yanizon, A. (2020a). Strategi kolaborasi dalam manajemen pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Educational Guidance and Counseling Development Journal, 3(1), 1–7.

Ramdani, R., Rofiqah, T., Khairat, I., Saragi, M. P. D., & Saputra, R. (2020b). The role of school counselors to helping student in puberty through the collaborative paradigm. ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 3(1), 10–18.

Sinaga, R., & Zulfikar, R. (2025). Manajemen pelayanan bimbingan konseling di sekolah: Strategi kolaboratif berbasis deep learning. Rayaz Media.

Suler, J. (2004). The online disinhibition effect. CyberPsychology & Behavior, 7(3), 321–326. https://doi.org/10.1089/1094931041291295

Zhang, Y., Zhao, D., Hancock, J. T., Kraut, R., & Yang, D. (2025). The rise of AI companions: How human-chatbot relationships influence well-being. arXiv preprint. Retrieved from https://arxiv.org/abs/2506.12605

Zhao, X. (2026). Psychologists must be involved in building conversational AI. Nature Reviews Psychology. https://doi.org/10.1038/s44159-026-00564-z